Maleoveva’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Negeri Demokrasi atau Demonstrasi??

Posted by maleoveva on February 19, 2009

melihat judul di atas, memang menimbulkan pertanyaan besar bagi negeri yang telah 60 tahun lebih merdeka. gelombang aksi massa yang menuai protes dan melakukan demonstrasi besar-besaran terhadap segala perilaku, tindakan, dan kebijakan pemerintah hampir setiap hari terjadi. sepuluh tahun setelah turunnya rezim orde baru yang kemudian digantikan dengan era reformasi atau yang diartikan sebagai suatu era perubahan kearah positif digaungkan oleh masyarakat negeri ini. gelombang aksi mahasiswa pada tahun 1998 yang berhasil menggulingkan pemerintahan Soeharto meneriakkan dan menghendaki kembalinya demokrasi kepada bangsa ini, setelah selama 32 tahun demokrasi yang” katanya” itu terikat oleh penindasan sang penguasa. namun satu dasawarsa lebih reformasi berlalu apakah demorasi itu sudah kembali ke masyarakat? atau masyarakat itu sendiri yang sebenarnya belum tahu apa dan dimanakah demokrasi itu?

menurut pengertian di wikipedia  Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan olehpemerintah negara tersebut. perwujudan kedaulatan rakyat diwakili oleh 3 lembaga kekuasaan negara yakni lembaga legislatif, lembaga eksekutif, serta lembaga yudikatif. ketiga lembaga ini memiliki peran, fungsi, dan tugas masing-masing. lembaga legislatif ialah lembaga kekuasaan negara yang dipilih langsung oleh warga negara melalui sistim pemilihan langsung oleh rakyat yang yang bekerja berdasarkan suara dan aspirasi masyarakat, serta membuat kebijakan-kebijakan terbaik bagi konstituennya. lembaga ekskutif ialah lembaga kekuasaan negara yang dipilih langsung oleh rakyat untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan kebijakan-kebijakan ada, yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan umum dari berbagai aspek kehidupan. sedangkan lembaga yudikatif ialah lembaga kekuasaan negara yang bertugas menjalankan fungsi kekuasaan kehakiman. dari pengertian yang disebutkan di atas terang disebutkan bahwa aspirasi dan segala keluhan masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada para wakil rakyat yang dipilih langsung oleh rakyat tersebut. terwujudnya demokrasi ini merupakan cara-cara berlangsungnya penyampaian aspirasi rakyat, hingga terpenuhi, kemudian para wakil rakyat dapat mengakomodasikan segala aspirasi tersebut  agar dapat memberikan hasil yang terbaik bagi rakyat. cara-cara untuk memenuhi demokrasi tersebut tidak seharusnya menggunakan kekerasan, apakah kekerasan secara dua arah ataupun kekerasan satu arah. kekerasan dua arah yang dimaksudkan adalah kekerasan dari penguasa terhadap rakyat berupa pengekangan hak, intimidasi, dan penindasan hak-hak individu warga negara, dan  selanjutnya  kekerasan dari rakyat terhadap penguasa berupa perbuatan anarkis utnuk mewujudkan keinginan dan suara rakyat. sedangkan kekerasan satu arah adalah kekerasan yang terjadi hanya dari salah satu pihak, apakah dari penguasa itu sendiri, ataupun dari rakyatnya. 

yang banyak terjadi dewasa ini bukanlah tegaknya suatu demokrasi di negeri ini, namun menyimpang dari hakikat demokrasi tersebut. beberapa kasus yang terjadi seperti matinya ketua DPRD sumatera utara akibat aksi demonstrasi penuntutan pemekaran wilayah sumatera utara. pengartian dari demokrasi saat ini masyarakat memilih untuk melakukan demonstrasi dibandingkan untuk duduk bersama para wakilnya untuk sama-sama memecahkan masalah bersama-sama sebagai warganegara yang baik. namun yang namanya demonstrasi, di Indonesia ini lebih banyak berujung pada tindakan anarkis, bukan pada penyaluran aspirasi. jika ada aksi pasti ada reaksi, tindak anarkis tersebut bisa merupakan reaksi dari tindakan wakil rakyat sebelumnya. kekerasan tidak akan terjadi jika para wakil rakyat tersebut mau menerima mereka dengan baik pada waktu yang tepat untuk duduk bersama-sama dengan konstituen mereka. perilaku yang seperti ini yang menyebabkan bertabrakannya antara kepentingan rakyat  dengan kepentingan penguasa, sehingga esensi dari demokrasi tidak akan tercapai. kemudian pada akhirnya yang terjadi adalah pertentangan dari jalan damai demokrasi itu sendiri.

apakah hal ini masih bisa diatasi? tentu saja, waktu masih terus berjalan dan rakyat indonesia termasuk penguasa di dalamnya terus semakin dewasa dan belajar terhadap kesalahan dan kegagalan dalam perjalanan bangsa ini. peningkatan kesadaran dan menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya yang telh diatur dalam kebijakan-kebijakan yang ada, serta mengikuti segalanya berdasarkan on track maka demokrasi yang didamba-dambakan bangsa ini akan segera terwujud. peningkatan kesadaran dan rasa saling mengerti adalah kunci meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: