Maleoveva’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Ketahanan Nasional dalam Kemajemukan

Posted by maleoveva on November 18, 2008

Pertahanan Negara pada dasarnya dimaksudkan untuk menjamin keutuhan wilayah dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. fungsi lain dari pertahanan negara ialah untuk mewujudkan tujuan nasional, yakni melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

TNI merupakan elemen penting dalam hal penyelenggaraan pertahanan negara, namun konsep pertahanan negara merupakan bagian dari suatu kesatuan luas  wujud ketahanan nasional yang terdiri dari warga negara, sumber daya alam serta unsur lain yang dapat mendukung serta menjamin terlaksananya penyelenggaraan pertahanan negara.

warga negara yang terdiri dari bermacam suku, etnis, kebudayaan, bahasa, dan latar belakang sosial yang berbeda bersatu menjadi sebuah negara yang berdaulat dinamakan Republik Indonesia. persatuan dan kesatuan merupakan sebagai suatu senjata utama dalam hal tegaknya ketahanan nasional. persatuan dan kesatuan seharusnya dapat dilihat kembali kebelakang. sejarah mengajarkan berdirinya negara ini dikarenakan adanya keinginan untuk bersatu melepaskan diri dari penjajahan, yang selama penjajahan itu terjadi sebagian besar melahirkan keterpurukan penindasan dan keterbelakangan. namun para pelaku sejarah menyadari dengan terpecahbelahnya serta tanpa adanya persatuan maka kemerdekaan sebagai suatu negara yang berdaulat tidak akan pernah diraih. oleh sebab itu keinginan untuk memadukan kemajemukan serta menghilangkan ciri khas kedaerahan segera dihilangkan untuk kemudian menggantinya dengan satu nama yakni “INDONESIA”.

Indonesia dihari ini telah memproklamirkan dirinya sebagai negara yang merdeka tanpa adanya suatu penjajahan, dan penindasan. perjuangan untuk merebut kemerdekaan digantikan dengan perjuangan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan. keberagaman yang ada di indonesia merupakan suatu  ciri khas yang dapat menjadi senjata ketahanan nasional dalam rangka pertahanan negara. namun senjata tersebut sewaktu waktu dapat menjadi bumerang bagi bangsa ini, ketika rasa persatuan dan kesatuan yang telah dibangun lebih dari setengah abad ini mulai menipis karena adanya ketidakpuasan terhadap kemerdekaan yang tidak dapat diraih sepenuhnya serta perubahan zaman yang terus melaju.

gejolak politik, pembangunan yang tidak merata, serta kurangnya perhatian yang diberikan oleh pemerintah terhadap daerah-daerah terjauh mengakibatkan timbulnya pemberontakan di daerah-daerah seperti Aceh, Maluku, Papua, lalu muncul pelepasan diri seperti timor timur serta pengambil alihan wilayah seperti yang terjadi di sipadan-ligitan atau blok ambalat (padahal seharusnya hal ini tidak terjadi karena sudah ada ketentuan yang mengatur mengenai batas wilayah masing-masing negara, namun karena kelengahan hal ini pun terjadi). oleh sebab itu perombakan besar-besaran serta pertobatan masal untuk memimpin dan menjalankan fungsi kekuasaan negara harus dilakukan agar tercapainya tujuan nasional tersebut.

globalisasi yang terjadi pada masa kini merupakan faktor penting lain yang harus benar-benar menjadi perhatian bagi setiap warga negara, karena globalisasi menyebabkan batas wilayah negara secara teritorial menjadi hilang. dengan globalisasi peperangan modern telah dimulai. peperangan yang dimaksudkan bukan merupakan suatu pertempuran angkat senjata, adu alusista (alat utama sistim persenjataan) tercanggih yang telah diciptakan, namun peperangan dengan menggunakan arus informasi yang perlahan menanggalkan satu-satu pakaian “INDONESIA-nya” tersebut (perlu diingat pertempuran merupakanlah sebagian kecil dari suau peperangan). saat ini informasi dapat didapatkan setiap saat kapan saja dan dimana saja, informasi telah menembus hingga ke ruang privasi seseorang yang tanpa disadari timbul ketergantungan atasnya. dengan sifat ‘tanpa batas’ itu, nilai-nilai atau hal-hal lain yang dibawa dari dunia luar akan semakin mudah meresap bagi pihak-pihak yang mengkonsumsi itu tanpa suatu filter apapun. sehingga seiring berjalannya waktu akar budaya, nilai serta norma yang hidup di dalam masyarakat Indonesia lama kelamaan akan tercabut dan punah begitu saja. sifat persatuan, gotong royong, keramah-tamahan yang menjadi milik bangsa ini akan hilang tanpa jejak. oleh karena itu kesadaran berbangsa dan bernegara harus semenjak dini ditanamkan kembali kepada generasi penerus dan menghidupkan kembali kesadaran tersebut kepada generasi kini. penyadaran tersebut dalam bentuk bahwa Indonesia itu satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dan bertanah air satu tanah air Indonesia.

kemajemukan yang ada seharusnya bukan dijadikan suatu penghalang untuk bersatu, namun perbedaan itu ada untuk dimengerti agar sesama bangsa ini dapat saling mencintai dan saling memiliki satu sama lain bahwa kita adalah orang Inonesia asli yang berdarah merah dan berhati putih.  kita adalah yang memiliki dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga negara ini secara bersama-sama.

dengan  terwujudnya kesadaran serta timbulnya rasa kecintaan tersebut akan membawa akibat positif bagi bangsa ini yakni berjalannya ketahanan nasional demi terciptanya  stabilitas keamanan sehingga proses ekonomi serta penegakkan hukum dapat berjalan dengan baik dan terpenuhinya tujuan nasional NKRI.

One Response to “Ketahanan Nasional dalam Kemajemukan”

  1. fradhea daniza said

    thirrr……
    g puyeng bacanyaaa….
    berat banget……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: