Maleoveva’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Bangsa Pencari Keadilan

Posted by maleoveva on November 18, 2008

Belakangan ini menyoroti kasus pembunuhan aktivis HAM Munir yang mencuat kembali ke permukaan. Penahanan Mayor Jenderal TNI (Purn) Muchdi Pr pada hari kamis 19 Juni 2008 lalu menjadi suatu pemberitaan yang hangat dan selalu di-update oleh media. Berbagai macam pemberitaan tersebut memunculkan banyak tanggapan, opini bahkan asumsi sekalipun, sehingga penggiringan imej negatif terhadap objek dari pemberitaan tersebut sangat jauh dari nilai-nilai ataupun esensi yang paling murni suatu Negara hukum.

Timbulnya suatu perkara hukum maka harus diselesaikan pula secara hukum. Hukum merupakan suatu jalan untuk mencari kebenaran, menegakkan keadilan, menghilangkan kejahatan, meletakkan kembali kedudukan seseorang ditengah-tengah masyarakat atas kerugian yang menimpa dirinya. Namun apa yang terjadi di Negara yang dalam konstitusinya secara terang menyebutkan bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum tidak sebenar-benarnya menjalankan hukum tersebut. Suatu proses penegakkan hukum merupakan proses tegaknya hukum secara terpadu antara masyarakat Indonesia sebagai peran utama dengan para penegak hukum yang diberikan kewenangan oleh Undang-Undang untuk menegakkan hukum itu sendiri, serta keterlibatan media sebagai unsur yang memantau secara kontinuitas terhadap penegakan hukum. Masyarakat yang diberikan peran utama tersebut pada saat ini terlalu minim pengetahuan akan hukum, sehingga dalam menanggapi segala sesuatu permasalahan hukum tersebut tidak sesuai dengan cara-cara hukum itu sendiri, namun lebih cenderung mengikuti cara-cara yang dibuat dan dipilih oleh kelompok masyarakat itu sendiri.
Seperti kerusuhan aksi massa yang terjadi antara mahasiswa dengan aparat kepolisian di depan gedung MPR, Jakarta, pada tanggal 24 juni 2008 melihatkan bahwa konflik yang timbul adalah suatu penuntutan hukum atas kenaikan BBM dan matinya seorang mahasiswa beberapa waktu yang lalu dituduhkan terbunuh oleh anggota Kepolisian, mahasiswa kaum intelektual yang seharusnya menanggapi suatu permasalahan hukum dengan cara atau jalan yang sudah disediakan oleh hukum lebih memilih melakukan aksi pengerusakan terhadap fasilitas publik dan mengganggu kenyamanan dan kententraman. Pembakaran mobil ber-plat merah (mobil pemerintahan yang dananya berasal dari rakyat), serta pengerusakan pagar pembatas jalan tol dan memblokir jalan tol adalah suatu cara mencari keadilan namun dengan jalan anarkis, yang mana perilaku anarkis merupakan musuh keadilan yang menimbulkan kerugian dalam kehidupan bersama.
Masyarakat dewasa ini menginginkan suatu keadilan namun pencarian keadilan tersebut tidak dengan cara keadilan itu sendiri. Kembali lagi ke permasalahan Muchdi Pr bahwa dari seminggu pemberitaan semenjak ditahannya sang jenderal tersebut sudah terlalu banyak opini, asumsi, bahkan pernyataan yang menunjukan bahwa Muchdi Pr adalah orang yang bersalah dan harus bertanggung jawab atas kasus yang menimpanya saat ini. Media yang seharusnya menjadi filter dari komentar-komentar pendapat publik tersebut sudah banyak menerbitkan berita yang malah menjadikan media tersebut bukan sebagai filter namun sebagai alat penggiring opini masyarakat menjadi negatif terhadap kasus ini. Asas Presumption of innocence yang dianut di negeri ini seperti sudah tidak berlaku lagi, kedudukan sama di mata hukum dan perlindungan bahwa orang yang menjadi tersangka belumlah tentu orang yang bersalah karena proses pembuktian di pengadilan belumlah berjalan. Padahal kepolisian yang mempunyai wewenang penuh untuk menangani dan menilai sejauh mana kasus yang sampai saat ini belum mengeluarkan suatu penilaian terhadap kasus tersebut. Mengutip kata Kapolri Jenderal.Pol Sutanto bahwa kepolisian bekerja berdasarkan hukum bukan opini dan asumsi. Oleh karena itu sudah sepatutnya bahwa bangsa ini melakukan hal yang sama dalam menanggapi suatu permasalahan hukum harus diselesaikan dengan hukum. Apakah bangsa yang selalu mempermasalahkan tergaknya hukum ini tidak bisa menjalankan hukum itu dengan baik yakni dengan main hakim sendiri sebelumnya, padahal eigenrichting dengan cara apapun merupakan suatu hal yang salah dalam proses penegakan hukum. Oleh karena itu marilah kita sebagai bangsa pencari keadilan dalam menemukan keadilan dengan hukum itu sendiri.

2 Responses to “Bangsa Pencari Keadilan”

  1. fradhea daniza said

    the fact that Muchdi PR is your uncle much more lead your assumption in a way.
    hehehehehehe….

    as media try to gen up the actual affairs, they also only procure a little information.
    but you, –as the people and the fence sitter, need the whole stories.
    how media make it happen? media do as an analyzer. try to figure out the fact and the conceivable possibility.
    and one overcrowded truth is that: media also plays politics. (—-hate to know it!)

    but for me, it’s a intelligence article.
    kind regards.
    Fradhea Daniza.
    Pacarnya Fauzan Dion Adithya (—- ga penting!). hauhahahahahahahaaa….

  2. maleoveva said

    fradhea daniza, thanks to you for the comment you leaved..
    i wrote this an article as my replic to public oppinion.. not for another reason..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: